Semarang, RPL SMKN9
Berita Bos GOJEK Nadiem Makarim Disebut sebagai Calon Kuat “Menteri Muda” Kabinet Jokowi
Pantas saja Bos Go-Jek Nadiem Makarim disebut
sebut sabagai calom menteri muda Jokowi periode 2019-2024 karena profil dan
kontribusi mentereng.
Bos Go-Jek Nadiem Makarim memiliki profil pendidikan yang
menghabiskan waktu menimba ilmu di luar negeri, di antaranya di Singapura dan
Amerika Serikat.
Tak hanya itu, bos
Go-Jek ini juga telah berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia sebesar Rp
9,9 triliun per tahun kepada perekonomian Indonesia. Hal itu berdasarkan riset
terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
(FEB UI).
Telah terhimpun
beberapa fakta-fakta menarik tentang kehidupan bos perusahaan GOJEK ini.
1. Lahir di Singapura
Pria bernama
lengkap Nadiem Anwar Makarim ini lahir di Singapura 4 Juli 1984.
Usianya sekarang menginjak 35 tahun.
2. Silsilah
Keluarga
Putra dari pasangan Nono
Anwar Makarim dan Atika Algadri anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya
merupakan seorang aktivis dan pengacara. Sedangkan ibunya bekerja sebagai
penulis lepas dan merupakan putri dari salah seorang sosok perintis kemerdekaan
Indonesia, Hamid Algadri.
Melansir dari Wikipedia.org, Hamid Algadri adalah seorang
pejuang perintis kemerdekaan Indonesia keturunan Arab yang berjasa dalam
perundingan Linggarjati, perundingan Renville, KMB dan salah satu anggota
parlemen pada masa awal berdirinya negara Republik Indonesia.
3. Pendidikan
Nadiem mengenyam pendidikan
dasar dan menengah pertamanya di Jakarta. Ketika melanjutkan ke pendidikan SMA,
Nadiem pindah bersekolah di Singapura. Lulus SMA, Nadiem pun memutuskan untuk
melanjutkan pendidikannya di jurusan International Relations di Brown
University, Amerika Serikat. Ia mengenyam pendidikan di Brown University dari
tahun 2002 hingga 2006. 3 tahun kemudian, ia pun melanjutkan pendidikan
pasca-sarjana di Harvard Business School dan mendapatkan gelar Master of
Business Administration (MBA).
4. Awal Karier
Nadiem merintis kariernya
dengan bergabung bersama perusahaan Mckinsey & Company yang berbasis di
Jakarta pada tahun 2006.
Ia direkrut perusahaan tersebut sebagai konsultan
manajemen selama tiga tahun. Nadiem juga bekerja di Zalora Indonesia sebagai
Co-Founder serta Managing Editor.
Ia kemudian memutuskan
keluar dari Zalora dan bekerja di Kartuku sebagai Chief Innovation Officer.
5. Mendirikan
Go-Jek
Di tahun 2011, Nadiem Makarim mulai merintis perusahaannya yang kemudian
dikenal dengan Go-Jek.
Go-Jek merupakan aplikasi
pesan ojek online yang telah berkembang besar di Indonesia. Perusahaan itu
disebut memperoleh pendanaan sebesar USD 550 juta atau setara dengan Rp 7,2
triliun pada 2016 lalu.
Go-Jek pun tak hanya menyediakan jasa pesan
ojek online saja, namun juga jasa antar barang (Go-Send), makanan (Go-Food),
kebersihan, massage, dan lain-lain. Kini, aplikasi Go-Jek bahkan telah
beroperasi di 50 kota di Negara-negara Asia Tenggara.
Kesimpulan :
Pantas Presiden Jokowi Widodo memilih Nadiem Makarim
menjadi calon menteri muda dalam kabinetnya, lihat saja kesuksesannya dalam
mendirikan aplikasi Go-Jek yang kini aplikasinya telah beroperasi di 50 kota di
Negara-negara Asia Tenggara.
Hal ini membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi “Orang
Penting” dalam Negara ini dengan prestasinya dan hal ini juga membuktikan bahwa
orang-orang IT sangat dibutuhkan dalam membangun Negara ini.
Referensi :
Tribunnews.com
Jumat, 5 Juli 2019 09:02 WIB
Jumat, 5 Juli 2019 09:02 WIB
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1387181/original/060487400_1477562475-Nadiem_Makarim.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar